<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –> <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
Guru kita yang satu ini terkenal sebagai pribadi yang menyenangkan dan dekat dengan para siswa. Gak heran kalo beliau dinobatkan sebagai Guru Terfavorit pada peringatan Hari Guru kemarin. Adalah Bpk. Drs. Edi Kosasih, salah satu guru Biologi yang kini menjabat sebagai Wakasek Kesiswaan.
Bapak yang lahir di tanggal 01 November1960 ini mengawali pendidikannya di SD Warung Jarak dan diteruskan ke SMP Buniseuri. Setelah itu beliau melanjutkan studinya ke SMA kita tercinta ini. Di sana beliau mendapat pengalaman yang sulit dilupakan yaitu friendship, “Persahabatan itu bagaikan kedua belah telapak tangan yang saling membersihkan satu sama lain…”, begitulah arti sahabat versi alumnus 3-IPA 4 ini. Setamatnya SMA, beliau hijrah ke IKIP Bandung, mengambil jurusan Biologi di FKIE. Sebelumnya bapak yang sempat bercita-cita menjadi pegawai bank ini juga sempat ikut PMDK ke IPB atas saran wali kelasnya karena beliau masuk 6 besar di kelasnya. Tapi sayang, Dewi Fortuna tidak berpihak kepadanya. Namanya juga nasib… Tapi toh, beliau mengaku sangat bangga menjadi seorang guru, karena bisa ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.
Setelah lulus kuliah tahun ‘84, dia menjadi guru honorer di SMA I Ciamis, dan pada pertengahan ’84 beliau menerima SK untuk mengajar di SMA Karangnunggal, Tasikmalaya. Barulah pada tahun ’86, beliau diangkat menjadi guru tetap di SMA I Ciamis sampai sekarang.
Sekarang, beliau tinggal di Jln. Kawali No. 30 Buniasih, Cipaku, Ciamis beserta sang istri tercinta, Nopi Hayati, dan ketiga anaknya, si sulung yang sudah masuk kuliah, yang ke dua Dais Lidyawati yang juga bersekolah di SMA I Ciamis, dan si bungsu Evi Lestari yang baru duduk di bangku kelas 2 SD.
Sejak kecil beliau sudah menggemari dunia olahraga. Terbukti dengan berbagai prestasi yang beliau raih, diantaranya Juara I Tenis Meja Se-FKIE, Juara II Bulu Tangkis Se-Kecamatan Ciamis, Juara I Double Bulu Tangkis tingkat Kecamatan tahun 2004 dan 2005, Juara I Tenis Lapangan pada Hari Guru kemarin. Selain Bulu Tangkis, Tenis Meja dan Tenis Lapangan penggemar Liem Swiking (Pebulutangkis Nasional yang terkenal dengan Jumping Smash) ini juga salah satu Football Lovers. Untuk masalah klub favorit, beliau tetap memegang klubnya Kaka, AC Milan. Bahkan beliau juga sempat memamerkan accesoris Rossonerri di Hp-nya (Hem, Milanisty banget yach…). Saking cintanya sama olahraga, kini beliau mengajar PD Bulu Tangkis setiap hari Jumat pukul 13.00 WIB. So, bwat kalian yang mau ikutan, diantos wae di PKPRI. Selain olah raga, beliau juga orang yang nyeni. Dulu, Pak Edi muda sering tampil bermain calung sewaktu masih aktif di Karang Taruna.
Salah satu mimpinya yang belum terwujud, yaitu naik Haji. Kita doain dech Pak, semoga bisa terwujud. Amien… Dalam hidupnya, beliau memegang motto, “Better Late Than Never…” Wah, kayaknya motto ini juga dipakai sama Mr.& Miss. Ngaret yang gak pernah on time datang ke sekolah. He..he.. ^_^
Akhirnya, perbincangan yang hangat itu harus terhenti karena sang wartawan cilik harus bergegas masuk kelas kalau gak mau ketinggalan pelajaran. Tapi di akhir perbincangan beliau memberikan pesan untuk semua siswa SMANSA, “Nasib bangsa kelak akan di bebankan kepada penerus cita-cita dan perjuangan Negara. Karena itu kalian harus menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan, memiliki rasa tanggung jawab, sikap patriotik, daya kreasi dan sikap menghargai orang lain, khusunya orang tua yang telah membesarkan kita”. (Rica Raca XI IPS 2, d’sHe RF XI IPS 4/Fresh)
Kategori Tak Berkategori



